Temukan Asuransi Anda Sekarang

Penyebab Kanker: 95% Bukan Karena Nasib

penyebab kanker 95% bukan karena nasib (asuransinow.com)

Kena kanker ternyata bukan hanya karena nasib. Atau, “sudah begini jalannya.” Menurut riset, hanya 5 – 10% kanker yang diakibatkan oleh kelainan genetik atau keturunan. Sisanya, 90 – 95% diakibatkan oleh lingkungan dan gaya hidup (M. D. Anderson Cancer Center, Universitas Texas, 2008). Artinya? Kanker bisa dicegah.

graphic grafik penyebab kanker asuransinow.com

Gaya hidup yang seperti apa? Sekitar 25 – 30% kanker diakibatkan oleh rokok. Makanan tidak sehat juga berperan, mengakibatkan 30 – 35% kanker. Hampir 20% kanker diakibatkan oleh infeksi.

Kemudian, faktor-faktor seperti stress, kurang olahraga, serta polusi udara juga mengakibatkan kanker. Polusi udara bahkan memangkas hidup lebih banyak daripada merokok dan narkoba (World Economic Forum 2018).

Chart, pie chart 
95% kanker diakibatkan gaya hidup tidak sehat, seperti makanan junk food, merokok, infeksi, dan lainnya -asuransinow.com (source: M. D. Anderson Cancer Center, Universitas Texas, 2008)

Bagaimana faktor-faktor di atas mengakibatkan kanker? Kanker adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkontrol dalam tubuh. Awalnya, makanan tidak sehat, stress, radiasi dan kawan-kawannya mengakibatkan kerusakan sel dalam tubuh. Sel-sel rusak ini sudah tidak berfungsi secara normal lagi. Mereka bermutasi. Juga, berkembang secara cepat, menyebabkan kanker.

Sekarang, mari kita bahas faktor-faktor gaya hidup penyebab kanker.

 

Penyebab Kanker 1: Merokok

Merokok meningkatkan resiko kanker. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Faktor yang satu itu sudah sangat dikenal masyarakat. Bahkan, peringatan kanker sudah ditulis di dus rokok. Namun, bagi yang sudah biasa merokok, sulit melepaskan kebiasaan ini.

Kalau rokok sedikit saja bagaimana? Tetap ekstrim pengaruhnya. Menurut riset terhadap 40.000 orang selama 30 tahun, 1 – 4 batang rokok per hari saja sudah secara signifikan meningkatkan resiko kanker paru-paru. Terutama pada wanita. Dan, riset ini dilakukan di Norwegia, negara yang minim polusi udara. Bayangkan, apa jadinya kalau di negara-negara yang lebih tinggi polusi udaranya.

Perokok pasif resiko kankernya sama dengan perokok aktif

Bagi Anda yang senang merokok, silakan saja. Tentunya, ini merupakan pilihan hidup. Anda juga berhak menentukan pilihan Anda. Tapi, harap hindari orang-orang yang tidak merokok. Karena perokok pasif (orang yang tidak merokok, tapi menghirup asap rokok) juga dapat menderita. Perokok pasif yang tinggal dengan perokok resiko kanker paru-parunya meningkat sebesar 20 – 30%.

Jika Anda perokok yang ingin berhenti, semangat! Anda pasti bisa bila didukung motivasi yang kuat. Apalagi, premi asuransi untuk non perokok seringkali lebih murah daripada premi perokok.

 

Penyebab Kanker 2: Makanan & Minuman Tidak Sehat

Tidak merokok, tapi suka makan gorengan? Atau suka minuman alkohol? Berikut akan kita bahas beberapa faktor resiko kanker dari makanan dan minuman.

Makan gorengan

Makan gorengan bisa menyebabkan kanker. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Makanan yang digoreng bisa mengakibatkan acrylamide. Semakin banyak kadar acrylamide dalam tubuh, semakin besar resiko kanker. Dalam tubuh, acrylamide berubah menjadi glycidamide. Glycidamide inilah yang menyebabkan mutasi dan kerusakan DNA.

Kalau suka banget sama gorengan, makan sekali-sekali saja. Ganti dengan buah dan sayur. Jika sudah terbiasa makan sehat, craving gorengan Anda pasti akan berkurang.

Makan BBQ

Hindari memakan bagian daging yang gosong akibat barbeque. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Bagi yang suka makan barbeque, harap hindari bagian yang gosong kehitaman. Makanan yang terbakar mengandung heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).

Minum dari botol plastik

Minum dari botol plastik bisa meningkatkan resiko kanker. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Minum dari botol plastik bisa meningkatkan resiko kanker. Botol plastik terkena panas, atau tergores, menyebabkan zat bisphenol A (BPA) terkonsumsi oleh tubuh. BPA mengganggu keseimbangan hormon estrogen. Setelah bertahun-tahun, BPA yang menumpuk dapat mengakibatkan kanker.

BPA juga sangat berbahaya untuk ibu hamil. Zat ini dapat mengganggu perkembangan otak janin. Oleh karena itu, gunakan botol beling, stainless atau keramik.

Minuman beralkohol

Resiko kanker meningkat akibat rajin mengkonsumsi alkohol. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Seperti grafik di atas, alkohol penyebab 4 – 6% kematian karena kanker. Konsumsi alkohol secara banyak dan teratur dapat menyebabkan kanker mulut, tenggorokan (pharynx), kotak suara (larynx), esofagus, liver/hati, usus besar, rektum, serta payudara. Hal ini dikarenakan alkohol bersifat merusak sel tubuh.

Alkohol menjadi semakin fatal apabila dibarengi dengan merokok. Meski tubuh kita mempunyai mekanisme menyembuhkan dirinya sendiri, alkohol merusak mekanisme tersebut. Sehingga, tubuh kita akan rusak lebih cepat.

Tapi, jika Anda terpaksa harus minum untuk keperluan sosial, pilihlah red wine atau anggur merah. Setidaknya, anggur merah masih mengandung resveratrol yang menyehatkan jantung. Namun, jika ingin mengkonsumsi resveratrol, sebaiknya makan anggur saja. Dengan demikian, tidak harus mengkonsumsi alkohol sekaligus.

Minuman yang terlalu panas

Minuman yang terlalu panas bisa menyebabkan kanker esofagus. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Awas, jangan minum minuman yang terlalu panas. Minuman di atas suhu 65 derajat Celsius memperbesar resiko kanker. Mengapa demikian? Suhu panas membakar rongga mulut dan kerongkongan.

Jika sering minum minuman yang terlalu panas, sel-sel di rongga mulut akan rusak. Salah satu kanker yang diakibatkan minuman terlalu panas adalah kanker esofagus.

Minuman kalengan atau botolan

Jangan terlalu sering minum minuman kaleng. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Minuman dalam kemasan yang dijual di toko-toko seperti soda, jus, dan teh kemasan banyak mengandung pemanis buatan (aspartame). Zat-zat lain yang ada dalam minuman ini antara lain acesulfame potassium, sucralose, neotame, advantame, dan saccharin.

Zat-zat pemanis buatan ini memang tidak langsung menyebabkan kanker. Tapi, dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2, jika dikonsumsi terlalu banyak. Obesitas ini lah yang memperbesar resiko kanker hingga 10 – 20%.

Makan Daging Merah

Konsumsi daging merah berlebihan meningkatkan resiko kanker, karena hewan ternak diberi antibiotik semasa hidupnya. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Konsumsi daging merah berlebihan (e.g. sapi, babi, domba) terbukti meningkatkan resiko kanker. Bahkan, jika dagingnya tidak di-BBQ. Kanker yang banyak terjadi antara lain kanker usus, pankreas, dan lambung.

Kenapa banyak konsumsi daging merah berpotensi menyebabkan kanker? Karena daging merah mengandung zat besi dan lemak yang tinggi. Juga, hewan ternak banyak diberi antibiotik semasa hidupnya.

Sosis, ham, salami, dan kornet terbukti kuat menyebabkan kanker. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Bahkan, daging merah olahan (e.g. sosis, ham, kornet) lebih parah lagi. Sosis dan kornet mengandung garam dan nitrit/nitrat yang menyebabkan kanker. WHO juga memberikan kategori Grup 1 karsinogen untuk daging merah olahan. Artinya, daging olahan sudah terbukti kuat menyebabkan kanker.

Terus, kalau harus mengurangi daging merah, sumber protein dari mana? Banyak! Sumber protein bisa dari telur, tempe, kedelai, quinoa, dan sebagainya.

Makanan yang terlalu asin

Makanan yang terlalu asin dapat menyebabkan kanker. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Makanan dengan kadar garam yang tinggi memperbesar resiko kanker lambung. Selain itu, juga meningkatkan tekanan darah sehingga membahayakan kesehatan jantung.

Makanan asin juga meningkatkan resiko kanker nasofaring. Kasus kanker nasofaring (Nasopharyngeal cancer) paling banyak ditemukan di Asia Tenggara. Lima negara yang kasus kanker nasofaringnya paling tinggi adalah China, Indonesia, Vietnam, India, dan Malaysia. Untuk penyakit ini, lebih banyak pasien pria daripada wanita.

 

Penyebab Kanker 3: Infeksi

Helicobacter pylori

Helicobacter pylori dapat menyebabkan kanker lambung. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com (sumber:medicinet.com)

Pernah dengar bakteri ini? H pylori adalah bakteri yang menyebabkan kanker lambung. Sebelum kanker lambung, h pylori menyebabkan tukak lambung terlebih dahulu. Sekitar 2 dari 3 orang dewasa di dunia terinfeksi bakter ini. Infeksi h pylori dalam waktu bertahun-tahun dapat mengakibatkan kanker.

diagram WHO perkembangan infeksi bakter h pylori menjadi kanker - asuransinow.com

Gambar 1 Infeksi H pylori selama bertahun-tahun sehingga menjadi carcinoma (kanker), sumber: WHO

Bakter ini menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Bisa juga menyebar dari kontak mulut dengan orang yang terinfeksi. Kabar baiknya, Anda bisa mengetes keberadaan bakteri ini di tubuh Anda. Cara tesnya beragam. Bisa melalui endoskopi, tes nafas, tes darah, maupun tes feses. Anda bisa pergi ke klinik terdekat untuk tes darah h pylori.

Saat ini belum ada vaksin h pylori karena keterbatasan pendanaan. Sementara ini, pengobatan infeksi h pylori dilakukan dengan antibiotik.

Human papillomavirus (HPV)

Chart, bubble chart, infographic dari Cancer Research UK mengenai HPV - asuransinow.com

Virus yang satu ini dapat menyebabkan kanker serviks atau leher rahim. Penyakit ini menjadi sangat populer di Indonesia sekitar tahun 2017 karena artis Jupe (Julia Perez) meninggal karena kanker serviks tersebut. Sungguh sayang sekali, karena penyakit ini sebenarnya bisa dicegah. Juga, bisa sembuh jika ditangani sejak awal.

Penyanyi Jupe (Julia Perez) yang meninggal akibat kanker serviks. Baca info penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Untuk pencegahan, ada vaksin Gardasil dan Cervarix. Vaksin ini sudah ditemukan sejak tahun 2006. Tapi, vaksin saja tidak cukup. Untuk mencegah kanker serviks, tetap diperlukan pap smear setidaknya sekali tiap 3 tahun.

Epstein-Barr Virus (EBV)

Epstein Barr Virus (source: MS Research Australia). Baca penyebab kanker selengkapnya di asuransinow.com

EBV, juga dikenal sebagai human herpesvirus 4, dapat meningkatkan resiko kanker nasofaring dan limfoma Burkitt. Selain itu, EBV juga bisa menyebabkan Hodgkin lymphoma dan kanker lambung. Saat ini, belum ada vaksin EBV.

Gejala EBV di awal biasanya sakit leher atau batuk. Selain obat antiviral, membersihkan area mulut dan kerongkongan dengan sodium hypochlorite dan iodine bisa mengurangi jumlah virus di area tersebut. Cairan apa itu? Obat kumur atau mouthwash saudara-saudara! Jadi, berkumurlah dengan apapun itu pilihan obat kumur Anda.

Berkumur dengan obat kumur (mouth wash) dapat mengurangi resiko kanker. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

 

Penyebab Kanker 4: Stress

Menurut penelitian di Jepang tahun 2017, resiko kanker meningkat 11% bagi orang yang mengalami stress tinggi dalam jangka waktu panjang. Stress juga terbukti menurunkan daya tahan tubuh. Anehnya, banyak orang malah membanggakan punya kehidupan yang stressful di media sosial.

Kurangi kadar stress Anda untuk meminimalisir resiko kanker - asuransinow.com

Perbanyaklah nonton komedi, atau melakukan kegiatan yang Anda sukai. Jangan merasa bersalah kalau Anda tidak suka pekerjaan Anda dan merasa stress. Cari solusinya supaya Anda bisa memangkas porsi stress Anda dan hidup lebih bahagia.

 

 Penyebab Kanker 5: Kurang Olahraga

Jalan cepat secara teratur terbukti memangkas resiko kanker. Baca penyebab kanker lainnya di asuransinow.com

Tidak perlu olahraga yang heboh. Jalan cepat sebanyak 2,5 sampai 5 jam seminggu saja punya efek positif terhadap 15 jenis kanker. Olahraga terbukti memangkas resiko:

  • Kanker usus besar sebanyak 8 – 14%
  • Kanker payudara sebanyak 6 – 10%
  • Kanker rahim sebanyak 10 – 18%
  • Kanker ginjal sebanyak 11 – 17%
  • Kanker plasma darah myeloma sebanyak 14 – 19%
  • Kanker hati sebanyak 18 – 27%
  • Kanker limpoma non-Hodgkin sebanyak 11 – 18%

Jadi, bagi Anda yang kurang aktif, mulailah dengan jalan cepat.

 

Penyebab Kanker 6: Polusi Udara

Warga perkotaan menjadi korban polusi udara yang meningkatkan resiko kanker - asuransinow.com

Anda punya kerabat yang tidak merokok tapi kena kanker paru-paru? Mungkin polusi udaralah penyebabnya. Dampak pencemaran udara memang tidak terlihat dan tidak langsung terasa. Tapi, efeknya akan terasa setelah bertahun-tahun.

Jika Anda harus tinggal di perkotaan, gunakan dua hal berikut.

  • Masker

Berhubung COVID-19, sekarang semua orang diwajibkan memakai masker. Kebiasaan ini boleh juga Anda terapkan untuk mengurangi polutan yang masuk ke organ pernapasan Anda.

  • Air purifier

Debu yang berterbangan di rumah dapat terhirup sedikit demi sedikit. Gunakan pembersih udara di rumah agar kualitas udara baik untuk kesehatan. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang dampak pencemaran udara, cek disini.

 

Kesimpulan

Demikian sebagian besar faktor yang mengakibatkan kanker. Semoga bisa membantu Anda untuk menjadi lebih sehat dan mengurangi resiko kanker Anda. Tapi, Anda juga harus siap jika (amit-amit) kanker masih terjadi juga.

Dalam hidup, harus ada Plan A dan Plan B. Miliki asuransi kesehatan yang cocok untuk Anda, supaya jika kanker terjadi, Anda bisa mendapatkan pengobatan maksimal tanpa menghabiskan tabungan dan investasi Anda. Ingat Denada, yang harus jual rumah-rumahnya untuk biaya pengobatan kanker anaknya.

Jangan sampai terpaksa harus menjual rumah untuk biaya berobat kanker. Persiapkan keuangan Anda dengan asuransinow.com

Untuk tips memilih asuransi kesehatan, silakan lihat disini. Anda juga bisa langsung menghubungi tim Asuransi Now, untuk membantu Anda mencari asuransi yang sesuai kriteria Anda.

Send Us A Message

error: Content is protected !!
Chat Langsung
Chat Kami di 087774734200
Halo, Anda cari asuransi apa? Kesehatan/ jiwa/ travel/ dsb atau merek tertentu (Generali, Allianz, dsb)?