Temukan Asuransi Anda Sekarang

Tanya Langsung

PRUCinta: Asuransi Jiwa Syariah untuk Lindungi Keluarga Tercinta

6 Hal yang Menyebabkan Polis PRUCinta Berakhir

Pertama kali diluncurkan pada Maret 2020, penjualan asuransi PRUCinta terus mengalami peningkatan seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi jiwa. Pada awal kemunculannya, penjualan PRUCinta menembus 6 ribu polis dan terpantau naik hingga 30 ribu polis.

Saat seseorang tutup usia, biasanya ada dua perkara yang ia tinggalkan: warisan berlimpah atau setumpuk utang. Nasib baik jika mereka meninggalkan banyak warisan bagi keluarga yang ditinggalkan untuk bertahan hidup.

Namun, bagaimana jika yang tersisa hanyalah setumpuk utang? Wah, bisa-bisa uang tabungan keluarga yang ditinggalkan habis untuk membayar pinjaman. Sayang banget, kan!

Belum lagi, keluarga harus menyiapkan rumah duka, serangkaian acara pemakaman,  atau pengajian yang terkadang membutuhkan banyak biaya. Di sinilah pentingnya setiap individu memiliki asuransi jiwa.

Salah satu perusahaan asuransi raksasa di Indonesia yang menawarkan asuransi jiwa adalah Prudential. Lewat produknya yang bernama PRUCinta, Prudential menawarkan proteksi jiwa dengan garansi premi kembali jika tidak ada klaim.

Penasaran seperti apa keunggulan PRUCinta? Yuk, baca sampai habis ulasan berikut ini.

Apa Itu PRUCinta?

Apa Itu PRUCinta? – Sumber Gambar: prudential.co.id

PRUCinta adalah asuransi jiwa syariah milik Prudential yang menawarkan proteksi dari risiko meninggal dunia, baik karena sakit maupun kecelakaan. Menariknya, peserta asuransi hanya perlu melakukan setor premi selama 10 tahun saja dengan masa proteksi selama 20 tahun.

Jika peserta asuransi tutup usia dalam rentang waktu 20 tahun masa proteksi, ahli waris akan menerima uang santunan sesuai nominal yang disepakati.

Kabar gembira lainnya adalah bila setelah 20 tahun tidak ada klaim, premi yang telah dibayarkan selama 10 tahun akan dikembalikan 100% lengkap dengan bonus sebesar 10%, lho!

Satu lagi keunggulan dari asuransi ini adalah apabila peserta tutup usia akibat kecelakaan, ahli waris akan menerima 300% atau 3 kali lipat santunan asuransi yang ada di dalam polis.

Sementara itu, jika meninggal akibat kecelakaan dalam periode mudik/balik lebaran, ahli waris akan menerima 400% atau 4 kali lipat dana santunan yang tertera pada polis. Dengan catatan, maksimal dana santunan yang dapat dicairkan adalah Rp4 miliar (usia peserta < 17 tahun) atau Rp7 miliar (usia peserta ≥ 17 tahun).

Oh iya, bagi Anda yang baru pertama kali terjun ke dunia asuransi, mendengar kata syariah mungkin membuat sebagian dari Anda bertanya-tanya soal perbedaannya dengan asuransi konvensional. Iya, tidak?

Pada dasarnya, perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional paling utama ada di konsep pengelolaannya. Asuransi syariah menggunakan konsep sharing risk yang mengutamakan konsep tolong menolong antar-peserta asuransi.

Dalam praktiknya, asuransi syariah akan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertanggung jawab langsung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lalu, bagaimana dengan asuransi konvensional? Asuransi jenis ini menggunakan prinsip risk trasfer yang berarti peserta asuransi membebankan pengelolaan risiko kepada perusahaan asuransi.

Berbeda dengan asuransi syariah, asuransi konvensional sejatinya tidak memiliki badan pengawas tersendiri. Hanya saja, perusahaan tersebut wajib terdaftar di OJK dan mematuhi segala regulasinya.

Berapa Harga Premi PRUCinta?

Berapa Harga Premi PRUCinta?
Berapa Harga Premi PRUCinta? – Sumber Gambar: prudential.co.id

Harga premi PRUCinta tergolong murah, nilainya bahkan tak jauh berbeda dengan harga kuota bulanan Anda kok. Terlebih lagi, di periode Juni 2021 ini, Prudential masih menawarkan promo PRUCinta seharga Rp100.000 untuk segala usia. Menarik, kan!

Beli paket internet seharga Rp100.000 per bulan saja mampu, harusnya mengeluarkan uang untuk asuransi jiwa dengan harga sama juga bisa dong. Toh, keduanya sama-sama bermanfaat di kehidupan Anda.

Ketika harga promo di atas berakhir, nantinya harga premi PRUCinta akan disesuaikan kembali dengan usia calon nasabah, kebiasaan merokok, dan jumlah santunan yang diinginkan. Makin besar uang santunan yang diminta, makin mahal pula harga preminya.

Contoh Ilustrasi Manfaat

Contoh Ilustrasi Manfaat
Contoh Ilustrasi Manfaat – Sumber Gambar: prudential.co.id

Biar lebih jelas mengenai manfaat PRUCinta, simak contoh ilustrasi berikut ini, yuk!

Seorang Ayah berumur 30 tahun dan tidak merokok memutuskan membekali dirinya dengan PRUCinta. Setiap bulan, ia menyetorkan premi sebesar 182.000 untuk mendapatkan uang santunan sebesar Rp200 juta.

Sesuai ketentuan yang berlaku, Ayah hanya perlu menyetorkan premi sampai umur 40 tahun saja dan polis asuransi tersebut akan memberikan proteksi hingga si Ayah berumur 50 tahun (20 tahun dari usia Ayah saat ini).

Tanpa diduga, pada umur 45 tahun Ayah tutup usia. Karena masih dalam masa proteksi, maka uang santunan sebesar Rp200 juta akan diberikan secara tunai kepada ahli waris.

Bila di umur 50 tahun tidak ada klaim alias si Ayah masih sehat walafiat, polis asuransi akan berakhir dan peserta akan menerima premi kembali plus bonus 10%. Jika setiap bulan Ayah membayar Rp182.000, total premi yang kembali adalah Rp21.840.000 ditambah bonus sebesar Rp2.184.000.

6 Hal yang Menyebabkan Polis PRUCinta Berakhir

6 Hal yang Menyebabkan Polis PRUCinta Berakhir
6 Hal yang Menyebabkan Polis PRUCinta Berakhir – Sumber Gambar: prudential.co.id

Setidaknya ada enam hal yang bisa menyebabkan asuransi PRUCinta otomatis berakhir. Apa saja?

  1. Peserta asuransi meninggal dunia.
  2. Pengelola telah menyetujui klaim manfaat asuransi.
  3. Masa kepesertaan asuransi telah habis—dalam kasus PRUCinta adalah 20 tahun setelah polis aktif.
  4. Kondisi polis lapsed—kondisi ketika peserta tidak dapat menikmati manfaatnya. sebab polis tidak aktif atau statusnya batal. Biasanya terjadi karena peserta tidak membayar premi dalam kurun waktu tertentu.
  5. Pengelola menyetujui penebusan polis.
  6. Pengelola membatalkan/mengakhiri polis karena alasan tertentu.

Hindari 3 Hal Berikut untuk Menghindari Gagal Klaim

Hindari 3 Hal Berikut untuk Menghindari Gagal Klaim
Hindari 3 Hal Berikut untuk Menghindari Gagal Klaim – Sumber Gambar: prudential.co.id

Ada beberapa alasan peserta tidak bisa melakukan klaim asuransi yang dimilikinya. Untuk menghindari persoalan tersebut, perhatikan poin-poin berikut ini.

  1. Peserta tidak jujur dalam memberikan informasi, seperti data kesehatan, hobi, dan pekerjaan.
  2. Peserta asuransi meninggal akibat bunuh diri/dugaan bunuh diri/percobaan bunuh diri/pencederaan diri; meninggal akibat tindak pidana kejahatan/percobaan tindak pidana oleh ahli waris.
  3. Peserta asuransi meninggal karena kecelakaan akibat penyalahgunaan narkotika/alkohol/racun; melakukan perlawanan ketika peserta akan ditahan oleh pihak yang berwenang; atau segala jenis perang dan huru-hara.

Ibarat kata pepatah sedia payung sebelum hujan, begitulah kira-kira fungsi dari sebuah asuransi. Mumpung masih sehat dan punya cukup uang, segera daftarkan diri Anda dan keluarga sebagai peserta asuransi jiwa PRUCinta Prudential lewat Asuransinow.com.

Featured Articles

error: Content is protected !!
Chat Langsung
Chat Kami di +6287774734200
Halo, Anda cari asuransi apa? Kesehatan/ jiwa/ travel/ dsb atau merek tertentu (Generali, AXA, Allianz, dsb)?