Temukan Asuransi Anda Sekarang

Tanya Langsung

Hanya Memiliki BPJS? Simak Kelebihan dan Kekurangan BPJS

Tentang BPJS Kesehatan

Keberadaan BPJS kesehatan dengan premi murah pasti kerap menimbulkan pertanyaan, apakah kita perlu memiliki asuransi lain? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa poin yang perlu diulas dari segi kelebihan dan kekurangan BPJS.

Apalagi beberapa tahun belakangan pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia untuk memiliki BPJS dan memilih premi sesuai kemampuan. Hal ini dilakukan agar anggaran kesehatan yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah, bisa sampai kepada mereka yang berhak.

Pemerintah juga berharap keberadaan BPJS kesehatan dapat membantu setiap masyarakat memperoleh fasilitas kesehatan yang layak meskipun dana yang dimiliki terbatas. 

Tentang BPJS Kesehatan

Tentang BPJS Kesehatan
Tentang BPJS Kesehatan – Sumber Gambar: bpjs-kesehatan.go.id

Mulai beroperasi sejak tahun 2014, BPJS merupakan badan publik yang menyelenggarakan program jaminan kesehatan sesuai UU Nomor 40 tahun 2011 tentang BPJS. Berdasarkan UU tersebut, peserta BPJS adalah setiap orang yang telah membayar iuran, termasuk pengangguran dan pekerja asing yang telah bekerja minimal 6 bulan di Indonesia.

Ada dua jenis jaminan kesehatan yang bisa dipilih, yaitu pribadi dan perusahaan. Bagi yang selalu membayar premi, beberapa manfaat memiliki BPJS adalah:

  1. Mendapatkan pelayanan promotif dan preventif berupa imunisasi, KB, vasektomi, dan screening
  2. Mendapatkan pelayanan Kuratif dan rehabilitatif yang meliputi obat, bahan medis, rawat jalan, serta rawat inap
  3. Menikmati akomodasi selama di rumah sakit berupa ambulans, penanganan jenazah, kursi roda, dan lain sebagainya

Bagi yang belum dan ingin memiliki BPJS, pendaftaran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) ini bisa dilakukan secara online dengan melengkapi persyaratan yang bisa dilihat pada situs resmi BPJS. Setelah kartu diterima, peserta akan langsung membayar premi dan BPJS pun bisa langsung dimanfaatkan.

Tapi sebagaimana layanan pemerintah lainnya, BPJS juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi apabila Anda masih ragu, mari kita ulas beberapa kekurangan dan kelebihan BPJS sebagai referensi.

Kelebihan dan Kekurangan BPJS

Kelebihan dan Kekurangan BPJS
Kelebihan dan Kekurangan BPJS – Sumber Gambar: piqsels.com

Kelebihan BPJS

Berikut beberapa keunggulan BPJS:

  1. Premi Murah

Premi BPJS disesuaikan dengan kelas yang diambil tidak peduli berapa umur atau apa jenis kelamin peserta. Untuk BPJS pribadi, iuran dihitung per kepala sedangkan untuk BPJS perusahaan, iuran dihitung per kartu keluarga. Premi ini wajib dibayarkan setiap bulan agar manfaat BPJS bisa tetap dinikmati.

  1. Tidak Ada Persyaratan Pre-Existing Condition

Pre-existing condition adalah kondisi ketika peserta memiliki penyakit bawaan. Berdasarkan praktik di lapangan, ada beberapa asuransi yang tidak mau menanggung kondisi semacam ini. Jika ada, biasanya penyakit tersebut baru ditanggung setelah peserta membayar premi selama 2 tahun. Di BPJS, hal ini bukanlah isu utama. Semua penyakit pasti ditanggung oleh JKN ini, termasuk penyakit bawaan.

  1. Tidak Ada Batasan Pertanggungan

Peserta BPJS bisa memanfaatkan asuransi kesehatan ini tanpa batasan maksimal rawat inap, biaya dokter, biaya obat atau lab, hingga biaya lain yang membutuhkan bantuan BPJS. Berdasarkan aturan BPJS, selama prosedur diikuti setiap peserta akan mendapatkan fasilitas kesehatan sesuai kelas mereka tanpa ada batasan pertanggungan.

  1. Melayani Pengobatan Rawat Jalan

Selain keunggulan yang sudah disebutkan sebelumnya, BPJS juga melayani pengobatan rawat jalan. Jadi pasien tidak perlu khawatir harus mengeluarkan banyak biaya karena harus bolak-balik rumah sakit. Semua ditanggung pemerintah, selama pengobatan tersebut termasuk yang di-cover BPJS.

Kekurangan BPJS

Setelah membahas tentang keunggulannya, selanjutnya mari kita bahas kekurangan BPJS:

  1. Tidak Bisa Memilih Dokter Sesuka Hati

Dalam BPJS berlaku sistem rujukan berjenjang. Karena sistem ini kita tidak bisa tiba-tiba datang ke rumah sakit lalu berobat. Peserta harus datang terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes I) seperti puskesmas, klinik, atau dokter keluarga yang ditunjuk BPJS untuk mendapat surat rujukan.

Setelah mendapatkan surat rujukan, baru Anda bisa melanjutkan proses pengobatan ke rumah sakit yang dipilihkan faskes tingkat pertama. Proses semacam ini memang rumit dan kurang efektif. Apalagi jika peserta pindah ke luar kota, surat rujukan tetap harus dibuat di faskes I tempat dia tinggal sebelumnya sampai pengajuan faskes baru.

Birokrasi BPJS yang rumit ini tentu membuat orang yang sedang sakit bisa tambah sakit. Inilah mengapa banyak orang memilih pengobatan rawat jalan dibanding meminta rujukan. Untungnya, sistem rujukan tidak berlaku untuk pasien dalam kondisi gawat darurat seperti kecelakaan. 

  1. Siap-Siap Mengantre

Hampir semua orang saat ini menggunakan BPJS, hal tersebut membuat antrean di rumah sakit semakin panjang. Di media massa pun kerap disebutkan, bahwa salah satu keluhan dari peserta BPJS adalah panjangnya antrean baik di faskes I atau rumah sakit ketika ingin mendapatkan pelayanan BPJS.

Bagi yang kasusnya tidak terlalu urgent, mungkin antrean bukan hal besar. Tapi bagi yang kasusnya membutuhkan penanganan cepat seperti melahirkan atau stroke. Antrean panjang akan membuat kondisi pasien semakin buruk.

  1. Tidak Melayani Pengobatan Ke Luar Negeri

Kelemahan BPJS lainnya adalah, jaminan kesehatan ini tidak berlaku di luar negeri. Beberapa obat juga tidak dijual di Indonesia meskipun sangat dibutuhkan pasien dalam kondisi darurat. Artinya tanpa obat tersebut, pasien bisa meninggal. Selain itu, ada juga beberapa penyakit yang membutuhkan alat khusus dalam proses penyembuhannya. Tapi belum ada rumah sakit di Indonesia yang memiliki. Alhasil pasien harus berobat ke luar negeri untuk penyembuhan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, saat ini semua orang memiliki BPJS. Lalu apa manfaat BPJS apabila pengobatan yang dibutuhkan hanya ada di luar negeri, sedangkan BPJS tidak melayaninya?

BPJS dan Asuransi Swasta

BPJS dan Asuransi Swasta
BPJS dan Asuransi Swasta – Sumber Gambar: piqsels.com

Membaca ulasan tentang keunggulan dan kekurangan BPJS kesehatan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa selain JKN dari pemerintah ini, jika ada dana lebih, alangkah baiknya jika kita juga memiliki asuransi pribadi lainnya. Asuransi tersebut akan sangat bermanfaat di saat-saat darurat dan bisa digunakan ketika BPJS tidak berlaku.

Dengan memiliki polis asuransi swasta, Anda bisa tetap berobat tanpa harus capek-capek antre (kecuali sedang terjadi wabah, rumah sakit dalam kondisi penuh, dsb) dan bebas memilih rumah sakit yang diinginkan, selama rumah sakit tersebut merupakan rekanan asuransi pilihan Anda.

Sebagai rekomendasi, Anda bisa berkonsultasi dengan Asuransi Now untuk mencari produk jaminan kesehatan sesuai kebutuhan dan budget. Cukup dengan menekan tombol WhatsApp di bagian kanan bawah, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan tim Asuransi Now. Atau, jika Anda ingin baca-baca dulu, cek info Excellent Care Plus Generali, salah satu produk favorit nasabah kami.

Dalam prosesnya, tim Asuransi Now akan memberikan pendapat mereka secara netral sehingga calon nasabah bisa memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Asuransi Now juga membebaskan calon nasabah untuk membandingkan setiap produk asuransi pribadi tanpa diburu-buru waktu.

Meskipun asuransi kesehatan swasta hanya meng-cover rawat jalan tertentu, Anda bisa menikmati akses rawat jalan cepat tanpa rujukan berjenjang. Bisa dipakai di luar negeri lagi! Jadi selain mendapat pelayanan cepat, calon nasabah juga bisa memperoleh layanan medis dan obat berkualitas. Bagaimana, tertarik untuk menggunakan jasa AsuransiNow? Konsultasikan kebutuhan kesehatan Anda sekarang juga! Semoga bermanfaat.

Featured Articles

error: Content is protected !!
Chat Langsung
Chat Kami di +6287774734200
Halo, Anda cari asuransi apa? Kesehatan/ jiwa/ travel/ dsb atau merek tertentu (Generali, AXA, Allianz, dsb)?